About Me

Foto saya
Hanya orang biasa yang menyempatkan untuk berkarya.

Jumlah yang sudah singgah

Jumat, 20 Juni 2014

Pertemanan atau?

Jujur, aku ini bukan orang introvert yang anti-sosial. Justru sebaliknya, aku ini orang sosial paling ekstrovert. Aku jagok ngomong, paling menonjol dalam pergaulan, mudah dekat dengan siapa aja, dan mudah diterima di dunia pergaulan mana aja. 

Nah kali ini aku mau bahas tentang yang satu itu. Soal pertemanan.

Meskipun aku orangnya jago bergaul, tapi bukan berarti aku pasti percaya pada yang namanya pertemanan. Justru aku ini orang yang paling gak percaya sama pertemanan. Gak percaya dengan pertemanan ini seperti gak percayanya aku pada sebuah hubungan pacaran. Menurut aku pacaran itu adalah kegiatan paling aneh yang mengharuskan kita untuk saling memberikan kabar tanpa henti yang kalau gak terjadi bakal menimbulkan kegalauan yang sangat tidak logis. Sedangkan pertemanan adalah kegiatan sosial paling munafik yang tercipta saat bahagia dan tak akan ada saat sedang dalam duka. Gitu.

Aku punya banyak sekali teman tapi tidak ada satupun yang bisa muncul saat aku sedang dalam pilu dan gundah. Seperti kalimatnya Aristoteles, "Ketika kamu berhasil teman-temanmu akan tau siapa kamu. Ketika kamu gagal, kamu akan tau siapa teman-teman kamu".

Dan benar aja, di waktu aku lagi sedih, pilu, berduka, susah, gak satupun yang datang hanya untuk sekadar mengucapkan kalimat, "sabar ya". Bahkan orang-orang yang terbilang dekat dan hampir aku anggap sahabat juga tak sekalipun menampakkan wajahnya. Mereka cenderung menghabiskan waktu dengan kesenangan lain atas dirinya dan orang-orang yang sedang dalam bahagia sepertinya.

Okelah kalau yang ada saat susah itu bukan teman melainkan sahabat. Persahabatan sama aja Bullshit nya dengan pertemanan. Hanya saja persahabatan terdengar sedikit lebih intim karena sahabat cenderung lebih tau tentang kamu dibandingkan yang hanya sekadar teman. Tapi perbedaannya hanya sebatas itu. Selebihnya? Ya sama aja.

Aku kasi tau buat kalian di luar sana yang ngerasa punya sahabat sejati. Cobalah pikir sekali lagi, apa memang benar dia udah cukup mengerti tentang kamu? Apa emang iya kamu udah tau segalanya tentang dia? Apa selalu adakah ia pada saat kamu merasa sedih? Apa kamu yakin dia adalah pribadi yang sama saat ia di belakangmu? Think again!

Aku udah banyak melihat persahabatan yang diakui mereka 'sejati' itu di banyak jenis orang. Hasilnya sama saja. Tak akan ada manusia yang benar-benar diciptakan untuk kamu yang selalu mengerti kamu dan tanpa munafik sedikitpun. Keuntungan orang yang sociable kayak aku adalah orang cenderung mudah bercerita tentang apa yang ia rasakan. Dan aku tidak sedikit lagi mendengar cerita tentang orang yang menjelek-jelekkan yang katanya 'sahabat' mereka sendiri. Dan aku juga gak jarang mendengar cerita mereka yang meminta menjaga rahasia mereka tentang betapa jahatnya mereka saat bermain di belakang yang katanya sahabat sejati mereka itu.

Apakah itu yang kamu sebut sahabat? Apakah seorang sahabat akan menjelek-jelekkan kamu saat dia lagi di belakangmu? Apakah mungkin seorang sahabat dengan tega mengkhiatimu tanpa sepengetahuanmu? Pikirlah lagi. Orang yang paling kamu anggap terbaik untuk kamu belum tentu orang terbaik. Karena sesungguhnya orang yang terbaik itu tidak ada melainkan diri kamu sendiri.

Jadi, apakah masih yakin orang yang kamu anggap teman dekat, sahabat sejati atau apalah itu adalah pribadi yang benar-benar seperti yang kamu harapkan? THINK AGAIN !


Tidak ada komentar:

Posting Komentar