About Me

Foto saya
Hanya orang biasa yang menyempatkan untuk berkarya.

Jumlah yang sudah singgah

Sabtu, 17 Januari 2015

Great Experience!

Bismillahirrahmanirrahim!

Oke, pertama-tama aku mau ngucapin Selamat Tahun Baru 2015 untuk pembaca setia blog hina ini. Semoga kegagalan yang telah kita lakukan di 2014 bisa kita hindari demi kegiatan yang lebih baik lagi di 2015, Amin! Jadi gimana? Apa resolusi kalian di tahun baru ini? Apa permohonan kalian yang ingin sekali terkabul di 2015?

Kalau aku sih udah nyiapin resolusi di 2015, dan cukup satu: RAJIN SHALAT

Dengan umur yang udah 18+ ini memang umur yang sangat pas dan diperbolehkan untuk nonton bokep. Tapi dosa-dosa macam itu aku udah gak mau lakuin lagi Pengen aja gitu bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari tahun ke tahun. Demi mencapai itu, aku juga sadar, gimana bisa lebih baik lagi kalau sama Tuhan aja aku jahat? Terlebih lagi ada sebuah statement dari dosenku di Universitas Riau yang kira-kira bunyinya gini : "Jangan pacari orang yang tidak taat Shalat. Tuhan aja dia abaikan, apalagi kamu?"

Jleb! Pas dengar kalimat itu, aku langsung sadar, pantas aja ya aku susah dapat pacar, rupanya karena jarang Shalat. Nah, maka dari itu, semoga di tahun 2015 ini aku mau belajar menjadi calon imam yang baik untuk kamu, dan anak-anak kita.


Ehem. Oke, lanjut ngomongin soal wihslist. Banyak sih permohonan yang aku pengen terkabul, aku rasa semua orang juga gitu. Bahkan kadang sempet ngayal juga sih bisa ngeluarin jil dari botol buat ngabulin tiga permintaan. Dan kalau aku ingat-ingat lagi waktu kecil dulu semua permohonan aku terasa gampang terkabul, sekarang kenapa susah? Setelah aku pikirkan, ternyata seiring berjalannya waktu, kita semakin membuat permohonan yang tidak bisa dibeli dengan uang (bukan sebuah barang). Maksudnya gini, dari dulu pas masih bocah, permohonannya cuma sekedar dibeliin CD Power Rangers, Playstation, Mobil remote control, dan hal lain semacamnya. Sekarang pas udah besar, permohonannya bakal berubah jadi pengen kerja yang bagus, sukses, dapat pendamping hidup yang pantas, bisa bikin orang tua bangga dan ngomong "Itu anak saya." di depan orang banyak.

Well, satu hal yang pasti aku ingin terkabul di 2015 ini adalah sesuatu hal yang gagal aku raih di tahun 2014.

Bisa lulus jadi pegawai Pertamina.

Mungkin, dari semua permohonan dalam wishlist seumur hidupku, inilah yang terbesar. Setidaknya kegagalan di tahun kemarin, tidak terulang lagi di tahun 2015 yang juga merupakan kesempatan terakhir untuk masuk Pertamina dengan ijazah SMA.

Untuk postingan kali ini, biar kalian gak penasaran tentang kisah haru tes Pertamina yang gagal tahun lalu, aku bakal ceritain semua ke kalian KOMPLIT. Itung-itung berbagi pengalaman kan.  

So, this is the first post in 2015

Waktu itu aku ingat, malam hari, di tengah jalan dari rumah nenek di Jalan Riau, bang Jefri yang lagi nyetir tiba-tiba nyodorin broadcast message dari temannya. Isinya tentang pengumuman persyaratan program BKJT Pertamina. Untuk tambahan informasi aja, BKJT itu singkatan dari Bimbingan Kerja Juru Teknik. Artinya itu semacam sekolah pelatihan untuk juru teknik (pekerja) dari Pertamina. Untuk mendaftar tentunya ada persayaratan dan beberapa hal yang harus dikirimkan ke kantor pusatnya di Dumai sana via surat pos. Hari itu adalah 3 hari menjelang pendaftaran tutup.

Persyaratannya standar lah ya, yang aku ingat itu kira-kira; fotokopi raport SMA (harus jurusan IPA), SKCK, Kartu Kuning Tenaga Kerja, pas foto, surat bebas narkoba, ijazah dan sebagainya kira-kira 10 hingga 11 buah persyaratan yang harus dikirim lewat pos. Dengan dibantu abang aku, kami nyiapin semua berkas memakan waktu 2 hari.

Jujur, nyiapin itu semua gak gampang sama sekali. Soalnya semua harus berurusan dengan berbagai instansi pemerintah yang you know gimana pelayanan mereka pada masyarakat yang gak perlu aku bahas disini.

Hari aku mengirimkan surat ini ke Dumai adalah satu hari sebelum aku liburan ke Pontianak yang udah aku ceritain di postingan ini: Bukan Liburan

Jadi bisa dibilang kalau deadline-nya ganda ya. Dan untuk kalian tau, setelah aku ngirimin ini sebenarnya aku belum ada niat sungguh-sungguh masuk ke sana dan masih mikirin masuk perguruan tinggi mana karena pada saat itu aku belum lulus di Universitas Negeri manapun. Setelah liburan itu, pikiran aku jadi sedikit terbuka dan mulai sadar mana yang harus aku kejar duluan, PTN atau Pertamina.

Setelah berpikir lama mempertimbangkan ini-itu, akhirnya pilihan fokus aku jatuh pada Pertamina. So, the story begin!

Pas pagi baru bangun dan ngecek HP, aku langsung kaget sekaligus senang, ngelihat isi kotak SMS masuk. Ini bahkan lebih senang dari ngeliat ucapan Selamat Pagi oleh pacar. Isi SMS-nya lupa aku capture. Untung ini masih ada sisa emailnya.

YAP!!! Akhinya aku lulus tahap 1: Administras. Tantangan selanjutnya, kayak yang udah disebutin di SMS dan E-Mail di atas, Tes Psikologi di Hotel Arya Duta!

Sorenya, aku masang semangat 45 dan manasin otak buat Psikotes besok. Nah pas ini aku baru tau kalau ada teman aku yang juga ikut tes Pertamina ini. Aku taunya karena Iwan (salah satu yang ikut) nge-BBM kalo dia juga ada panggilan Psikotes dan jadwal kami kebetulan sama. Teman lain yang juga ikut yaitu Fadhil (jam 1 siang) dan Yogie (tes di Dumai).

Berhubung kami sama, yaudah aku sama Iwan berangkat besok pagi boncengan naik motor. Sampai di Hotel Arya Duta kami bingung nyari dimana lokasi tesnya. Tiba-tiba kami ngeliat segerombol orang pake baju putih celana hitam rame-rame ke arah Ballroom, dan seperti yang udah bisa ditebak, disitu tempat tesnya. Sebelum masuk Ballroom, kami registrasi ulang dulu di depannya. Ada 2 buah meja yang dijaga oleh 4 orang karyawan Pertamina untuk membantu registrasi kami. Kira-kira pukul 08.00 barulah kami semua masuk ke Ballroom. Jadwal pagi ini ada sekitar 160-200 peserta Itu baru jadwal pagi ya, belum lagi yang di Dumai. Panitianya bilang, ada sekitar 8000 pendaftar yang telah diseleksi administrasinya hingga berkurang menjadi 2000 peserta. Dia bilang kami 2000 ini udah menyingkirkan 6000 peserta. Padahal aku gak ngelakuin apa-apa, tapi udah nyikirkan sekian ribu pesaing, keren kan?

Tesnya kayak Psikotes pada umumnya, ya Alhamdulillah gak ada kesulitan ngejawab semuanya. Pokoknya hari itu aku udah percaya diri level dewa lah. Kira-kira pukul 12.30 tes selesai. Otak aku berasap, dan beberapa kali terdengar bunyi mendenging di telinga. Pokoknya benar-benar K.O hari itu. Tapi lega karena satu tahap lagi udah terselesaikan.

Sebulan setelahnya, waktu itu udah bulan Ramadhan, lagi puasa pastinya, pas lagi mandi dan kumur-kumur dengan licik, aku dengar nada dering SMS HP yang bikin aku kaget, dan nelen air kumur-kumur secara tak sengaja. Gak sengaja ya..

Pas ngeliat isi SMS itu, rasanya senang banget, pengen teriak, loncat-loncat, pergi ke dapur, makan apa yang ada dan minum air sirup (karena emang lagi lapar dan haus aja). Berhubung belum buka, yaudah kepaksa sok keren dan tenang aja, padahal kesenengan sampai gak bisa ngomong apa-apa lagi. Isi SMS-nya gini:


Nah disini orang Pertamina galau. Hari Senin mereka SMS untuk tes di Grand Jatra, eh besoknya ada SMS masuk lagi, tentang perubahan tes. Seingat aku hari itu lagi nonton Transformers 4 di bioskop, sama pacar.. pacar orang.








 
Pas liat SMS-nya, aku baru sadar kalo disuruh bawa ijazah asli!!! Waktu itu ijazah sekolah belum keluar. Mampus. Untung masih 2 hari lagi tesnya. Jadi besok paginya langsung tancap ke sekolah buat ngurus ijazah. Aku ngurus ijazah cuma berdua Yogie. Soalnya Fadhil dan Iwan gak lulus Psikotes. Yaudah kami berdua tetap lanjut. Di sekolah, semua serba susah. Ijazah belum ditulis men!!! Nilai belum disalin!!! Untungnya pas sekolah, aku dan Yogie Alhamdulillah masuk jajaran orang (sok) penting di sekolah. Secara, Ketua dan Wakil Ketua OSIS gitu loh. Pokoknya orang sekolah kami bikin panik lah. Untuk masalah penulisan ijazah gak ada masalah. Udah senang rasanya pas kami berdua dapat ijazah duluan dari teman-teman yang lain. Pas udah mau pulang baru sadar, kami belum cap jari dan tanda tangan ibu kepala sekolah. Kan kampret.

Akhirnya setelah bolak-balik kesana kemari dikasih info kalau ngecap jari pergi ke rumah Pak Wakil Kepsek dan tanda tangan Kepsek minta ke rumahnya karena beliau tidak berada di tempat saat itu. Rumah Pak Wakepsek masih aman lah, masih daerah Rumbai juga. Masalahnya rumah Bu Kepsek! Arengka cuuuk!!! Tapi, demi pekerjaan, demi masa depan, akhirnya sore itu kami tempuh dengan semangat. Jeng-jeng!!! Alhamdulillah kami gak jadi berbuka puasa di jalan, karena sore Ramadhan pada umumnya, jalanan macet total. Jembatan aja serasa mau putus saking gak kuatnya nahan beban yang begitu banyak.

Hari yang menyeramkan itupun datang juga. Tes Interview!!! Tes paling seru dan mendebarkan. Aku ngebayangin kalau tes itu bakal seseru tes yang aku tonton di film-film. Dimana sang pewawancara terkagum-kagum dan terdiam saat mendengar pernyataan dari pelamar pekerjaan. Ternyata setelah aku jalanin, gak semudah di film-film. Beberapa kali sempat aku dijatuhin dan di-skak dengan pertanyaan yang sulit. Untungnya aku punya kemampuan 'ngeles' dan berhasil selamat dalam berbagai pertanyaan. Yang ditanyakan sama pewawancaranya (2 orang) sebetulnya bukan pertanyaan sulit. Ya sekedar gimana dulu pas sekolah, hobinya apa, di rumah ngapain aja, ya macam orang lagi pdkt gitulah. Untung setelah selesai tes, aku dan pewawancaranya gak jadian ya...

Aku tes sekitar jam 9 hadir di Hotel Premiere. Dipanggil masuk ke ruang tesnya baru jam 12.00. Tes berlangsung sekitar 40 menit. Buat aku pribadi, ini tes paling melelahkan dan mendebarkan. Great experience!

Jujur, setelah tes ini, aku gak se-self confidence tes Psikologi. Soalnya aku beberapa kali jatuh dibuat pertanyaan mereka. Jadi gak terlalu berharap. Oiya, sekitar 1 atau 2 minggu sebelumnya aku juga tes PTN (Perguruan Tinggi Negeri). Nah, waktu itu harapan aku justru dialirkan ke lulusnya di PTN, bukan di Pertamina lagi. Saking gak percaya dirinya karena tes Interview kampret satu tu.

Seminggu kemudian, pengumuman kelulusan PTN keluar. Alhasil, aku lulus di Universitas Riau, jurusan Akuntansi. Bukan jurusan yang diinginkan sih, karena aku sebetulnya pengen masuk Sastra Inggris atau Teknik Perminyakan. Tapi aku tetap beryukur lah, karena mungkin Allah udah ngasi takdir aku buat kuliah dulu aja. Aku udah ikhlas.

Setelah Idul Fitri, dan udah pasrah juga karena tak kunjung ada panggilan tes lagi aku gak ngarep lagi masuk Pertamina dan lanjut ngurusin daftar ulang kuliah. Eh tiba-tiba ada SMS lagi. Pengen terbang ke luar angkasa detik itu juga. 

AKU LULUS TES INTERVIEW DAN DIPANGGIL UNTUK TES SELANJUTNYA!!! 



Namanya tes medis, atau MEDICAL CHECK UP. Disini udah gak ada lagi tes otak. Disini yang paling menentukan adalah kesehatan jasmani kita. Coba deh kalian baca, disana disuruh bawa FESES alias EEK!!! Bayangin gimana caranya bawa eek. Pas aku tanya si Yogie gimana caranya, eh dia ketawa. Rupanya dia gak lulus Tes Interview. Ada senengnya, ada sedihnya juga ya ternyata...

Pas udah tiba di lokasi tes (Eka Hospital), ada kejadian canggung antara kami sesama peserta tes, waktu itu termasuk aku ada 10 orang.

"Tes Pertamina juga ya bang?" tanya aku basa-basi dengan segerombol orang di lobby. Terus salah satu dari mereka jawab, "Iya nih.. Udah bawa eek kan?"

Kalau kalian tau perjuangan aku ngambil eek itu pagi-pagi, pasti kalian ngakak, tapi juga jijik. Pagi itu pas nyalin eek ke kotak korek api, aku muntah! Sama eek sendiri aja muntah, apalagi sama eek orang lain. Kalian bayangin gimana hebatnya orang labor yang meriksa eek kami. 

Kegiatan Medical Check Up nya lumayan seru. Peserta sisa ini asik-asik, ramah, murah senyum, pokoknya aku berpikir bakal senang kalau bisa menjadi satu rekan kerja dengan mereka. Ditambah lagi perawatnya aduhai semua! Eka Hospital emang pandai milih perawat. Muda-muda, bening, body-nya itu loh, asooyyy!!!! Mulai saat itu aku langsung bercita-cita suatu hari bakal nikahin perawat. Bayangin, orang asing aja dirawat dengan baik, apalagi suami sendiri? Ya gak ya gak???

Tes medisnya standar lah, disuruh pipis dan disalin dalam botol, disuruh eek (lagi) dan nyalin eek dalam botol (lagi), disuruh rontgen, disuruh USG (udah kayak ibu-ibu hamil), dicek mata, cek telinga, cek gigi, dan macam-macam. Yang paling aku ingat itu tes paling akhir! Tes Tusbol (tusuk bolongan)

Jadi kami disuruh masuk ke ruangan gitu, ada seorang dokter. Kebetulan aku kebagian yang dokter cewek. Cantiklah, umurnya sekitar 30-an. Awalnya sih dia nanya-nanya aja buat data. Aku pikir kami sedang pdkt, kiranya enggak.. Dan eksekusi dimulai. Aku disuruh baring ke atas tempat tidur, lalu disuruh miringkan badan. Lalu disuruh buka celana!!! Wow, aku kira mau 'diapain' kan, uwuwu... eh pas udah senang tiba-tiba ada sebuah jari yang meluncur ke dalam lubang pantat. Anjrit rasanya gak bisa diungkapkan lewat kata-kata. Tiba-tiba dokternya bilang, "Maaf ya". Karena dia cakep, yaudah aku jawab, "Iya gak apa kok sayang, tubuhku milikmu juga kok.." sambil merintih kesakitan. Belakangan aku tau, rupanya itu untuk mengecek ada ambeien atau enggak. Pas aku tanya peserta lain mereka juga digituin, tapi sama dokter cowok. HAHAHA (you know what I mean)

Fiuh.. setelah tes medis, MASIH ADA AJA LAGI TESNYA. Ternyata nyari kerja sesulit ini ya....

Di momen ini, keluarga aku yang tadinya nanggepin biasa-biasa aja, malah berbalik ngedukung aku. Malah mereka berharap banyak dari aku. Pastinya itu juga nambah semangat aku tersendiri kan.

Dua hari kemudian, dapat panggilan ini nih.




1.6 kilometer dalam 8 menit. Itu tantangan kali ini. Dalam 1 menit, aku harus nempuh jarak 200 meter.

Kayaknya aku gagal di sini deh. Aku makan waktu 9 menit. Sedih sih, padahal ini tes paling terakhir. Setelah ini gak ada tes apa-apa lagi

Dari 200 peserta yang berhasil sampai ke tahap ini (di semua kota, di Pekanbaru 30 orang), yang diterima sekitar 76 orang. Sedih sih. Udah berjuang sejauh ini. Gimana rasanya tu coba, ibaratnya tu udah pedekate lama, tapi pas nembak malah ditolak cuma karena pas nembak lupa nutup resleting. Pait.

Bulan September akhir, pengumumannya keluar. Sepuluh orang terpilih, beruntung bisa dikuliahin perminyakan di daerah Cepu sana, GRATIS. Nama aku gak keluar, dan pastinya galau. Aku akhirnya milih kuliah dulu dan bertekad ngulang lagi tahun ini. Tahun ini kesempatan terakhir, karena cuma berlaku 2 tahun setelah tamat SMA. Aku gak boleh gagal lagi. Doakan aku ya, semuanya. Jangan khawatir, Ayah sama Mama bentar lagi bakal bilang ke orang-orang dengan bangga bahwa anak kalian yang satu ini, udah jadi orang hebat.

SEBENTAR LAGI. AMIN !!!! :')


2 komentar: