About Me

Foto saya
Hanya orang biasa yang menyempatkan untuk berkarya.

Jumlah yang sudah singgah

Jumat, 16 Oktober 2020

Day 1 : Describe Your Personality

#30DaysWritingChallenge

Okay, sebelumnya aku mau kasi tau dulu buat kalian kalau tulisan ini dan 29 tulisan lainnya merupakan rentetan tulisan dari #30DaysWritingChallenge yang aku temuin di twitter. Jadi ada sejumlah tema yang mesti aku tulis di tiap harinya.

Here we go…

Describe Your Personality.

Sebelumnya kita harus tau dulu apa sih yang dimaksud dengan personality?

According to Wikipedia, personality means characterstic sets of behaviours, cognitions, and emotional patterns that evolve from biological and environment factors.

Apasih njeng artinya…

Singkatnya personality itu gabungan dari perilaku, kognisi, dan pola emosional yang berasal dari factor biologis dan lingkungan.

GATAU DEH APAAN, MAKIN BINGUNG.

Tapi aku pernah sih nyoba tes kepribadian yang MBTI dan di sana ada 16 personalities, dan dari 3 kali aku tes hasilnya adalah ISTJ.

Introverted, Sensing, Thinking, Judging.

Aku ngerti banget sih kenapa hasilnya Introvert, soalnya aku memang benci manusia. Aku emang lebih suka menghabiskan waktu sendirian dibanding ngabisin waktu sama orang banyak. Aku gak pandai berempati atau pun bersimpati, sampai-sampai mamaku aja udah ngakuin kalau anaknya yang satu ini cuek, gak pernah peduli dan super bodo amat terhadap apapun, kecuali untuk diri sendiri.

Sensing, Thinking, Judging? Aduh gangerti yang penting gitulah hasil kepribadian tes MBTI.



Kalau boleh aku mendeskripsikan diri secara ‘freestyle’ dan non-teoritis, maka aku bisa mengatakan bahwa Septian Arifandi, 24 years old, yang dulu pernah bersemangat dan berjuang untuk hidupnya sekarang telah menjadi orang yang ingin cepat-cepat mati. Membenci banyak orang tapi jauh lebih membenci diri sendiri. Penuh logika dan terencana, tapi jadi bodoh dan spontan kalau udah jatuh cinta. Selalu susah move on, dan selalu fall in love with people I can’t have. Seorang Cancer yang melankolis dan overthinking tiap malem. Boros dan gak pandai mengatur uang meskipun sarjana ekonomi. Non-religius yang sekarang mencoba memperbaiki shalatnya. 

Yeah too many things to talk about, but the most important thing is I’m trying to be the best version of me and failed.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar