About Me

Foto saya
Hanya orang biasa yang menyempatkan untuk berkarya.

Jumlah yang sudah singgah

Rabu, 18 November 2020

whatsapp

"Kok bisa ya?"

"Dulu pernah semanis ini?"

"Yang bener aja?"

Setidaknya itulah yang aku ucapkan berkali-kali ketika dengan bodohnya membaca chat lama kita di whatsapp

Lucu memang bagaimana memori bisa bermunculan hanya dari beberapa baris kalimat lama. Pesan-pesan singkat sederhana seperti: "halo gimana hari ini?", "udah sampai di rumah?" , "bangun.. tidur jangan kayak orang mati." , dan "okay, semangat ya." sekarang sudah terkesan sangat mewah.

Hal-hal semacam itu tidak mungkin muncul di antara kita lagi sejak kamu berjalan semakin menjauh, sementara aku terlambat menyadarinya.

Bisa kah kau beritahu aku kenapa?

Aku masih orang yang sama seperti orang yang sejak pertama dulu kamu kenal. Lantas kenapa kamu berubah?

Aku membaca percakapan kita kalimat demi kalimat, kata demi kata, dan semakin aku scroll ke bawah, setiap kalimat terasa semakin dingin dan membeku tepat di kata paling akhir.

Dingin sekali. Tidak seperti baris-baris hangat di atas dengan tanggal yang menunjukkan hanya dua minggu lalu dari sekarang.

Tidak ada baris apa-apa lagi setelahnya.

Hanya ada kolom putih bertuliskan "Type a message" yang entah kenapa aku tak berani mengetik apapun di sana.

Mataku bergerak ke arah kiri atas tepat di sebuah kolom bertuliskan nama kontakmu. Tiba-tiba di bawahnya muncul sebuah kata: "online"

Selama beberapa menit aku terpaku menatap ke arah sana.

Kok online terus ya?

Kamu sedang chat dengan siapa?

Masih online aja, udah berapa menit ya?

Beberapa pertanyaan mulai mengorbit di kepalaku. Pukul satu dini hari sebenarnya bukan waktu yang tepat untuk melakukan hal setolol ini. Tapi mau bagaimana lagi, akal sehatku sudah mati, sementara perasaanku ke kamu masih tetap hidup.

Sempat terlintas dalam harapku, tepat di bawah tulisan nama kontakmu yang saat ini ada kata "online" berubah menjadi "typing..."

Tapi tentu saja harapan tetap lah harapan.

Itu mustahil terjadi.

Jujur aku rindu percakapan kita yang dulu.

Aku rindu notifikasi dari kamu.

Aku rindu kamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar